Jumat, 22 Juni 2012

Teori Manajemen Ilmiah


Frederick winslow taylor
Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan slah seorang tokoh besar dalam manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah(scientifict manajement).  Taylor menerapkan cara ilmu pengetahuan dalam memecahkan permasalahan yang ada di dalam perusahaan. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitiannya adalah perusahaan akan mendapat hasil yang memuaskan apabila pekerjaan yang akan dilaksanakan harus direncanakan, juga memperhatikan unsur teknologi(mesin) maupun manusianya. Taylor juga melakukan percobaan yang dikenal dengan studi gerak dan waktu. Observasi lainnya yaitu sistem organisasi/organisasi fungsional  yang terdiri dari perencanaan dan pelaksanaan. Selain itu taylor juga mencetuskan mengenai upah per potong minimum dah upah per potong maksimum( the taylor differential rate system).
Frank bunker gilberth dan lilian gilberth (1868-1924 dan 1878-1917)
Suami istri ini mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor studi gerak dan waktu, dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh efisiensi tertinggi.
Lilian gilberth tertarik kepada aspek aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan pelatihan tenaga kerja baru.

Henry laurance gantt(1861-1919)
Henry merupakan asisten dari taylor. Dia adalah seorang konsultan. Perhatiannya kepada unsur manusia dalam menaikan produktivitas kerja. Gagasan yang dicetuskannya adalah :
1.       Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama
2.       Mengadakan selksi ilmiah terhadap tenaga kerja
3.       Pembayaran upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
4.       Penggunaan instruksi kerja secara terperinci
Harrington emerson ( 1853-1931)
Prinsipnya adalah tentang tujuan dimana dari hasil penelitiannnya menunjukan kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahiu tujuan penggunaanya. Bukti dari pendapat emerson yaitu manajement by objective (MBO). Dikemukakan 12 prinsip efisiensi untuk mengatasi pemborosan dan ketidak effisienan, :
1.cleary defined ideals
2. common sense
3. competent casual
4. dicipline
5. the fair deal
6. reliable
7. give an order, planning and scedulling
8.schedul, standart, working and time
9. standart condition
10. standart operation
11. written standart practice instruction
12. effiiciency reward

0 komentar: